Volver a las tendencias

TENDENCIA · INDONESIA · ÚLTIMOS 7 DÍAS

Menyiratkan pandangan yang menyoroti urgensi program bantuan pangan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan bahwa rakyat Indonesia sejatinya sanggup mencari makan secara mandiri tanpa harus sepenuhnya bergantung pada negara. Pernyataan tersebut disampaikan KDM saat memberikan pidato dalam pembukaan puncak Financial Expo (FinExpo) 2026 dan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) di Main Atrium Trans Studio Mall (TSM) Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (29/10/2026). Dalam acara yang diselenggarakan oleh OJK bersama Pemerintah Daerah dan Industri Jasa Keuangan tersebut, KDM memaparkan bahwa masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap sekalipun terbukti mampu mencari uang receh untuk bertahan hidup. "Yang nganggur di Indonesia punya duit. Nganggur, berdiri di perempatan, dua ribu, dua ribu, dua ribu, hidup Pak. Berdiri di perempatan jualan air mineral, truk lewat air mineral. Nganggur di Indonesia, berdiri depan minimarket, prit, prit, prit, dua ribu, dua ribu, dua ribu. Asal mau mikul, mau manggul, mau kuli, mau apapun, duit dapat, Pak," ujar KDM dalam pidatonya. Melihat kemandirian rakyat dalam urusan perut, KDM mendesak seluruh kepala daerah untuk mengalihkan prioritas kebijakan dan anggaran pada dua sektor krusial yang selama ini gagal diatasi secara mandiri oleh masyarakat miskin, yakni kesehatan dan pendidikan. "Gubernur, bupati, walikota, mikirin dua ini aja deh. Satu, lindungi rakyat ketika sakit. Dua, sekolahin anak-anaknya oleh negara, jangan sampai harus jual aset keluarga untuk pendidikan. Dua hal itu aja," tegasnya. KDM menilai beban terberat rakyat saat ini muncul ketika mereka atau anggota keluarganya jatuh sakit, serta saat anak-anak mereka membutuhkan biaya sekolah. "Yang tidak bisa dilakukan oleh mereka adalah, ketika sakit mereka tidak punya biaya untuk rumah sakit. Ketika anaknya sekolah dipungut dengan jutaan, mereka tidak mampu. Untuk makan, rakyat Indonesia bisa. Yang belum bisa mereka adalah untuk biaya rumah sakit dan biaya anaknya sekolah," pungkas KDM.

TikTok · por informasi_karawang

Compartir
Muestra

Estos son datos de muestra

Es una vista previa con una parte de la conversación de los últimos 7 días. Crea tu cuenta para ver todos los datos, elegir el periodo y desbloquear sentimiento, palabras clave, actores y bots.

Crear cuenta

Resumen

Cómo le va en TikTok desde que entró al top.

Vistas

459.0k

Mejor puesto

1

En el top desde el 1 nov

Interacciones

39.9k

Sentimiento

Disponible con tu cuenta

Disponible con tu cuenta

Análisis de Amelia

IA

Lo esencial de esta tendencia, con los datos de los últimos 7 días.

Este video de informasi_karawang lleva 5 horas entre los más vistos de TikTok en Indonesia. Llegó a encabezar el ranking del país. Acumula 459.0k vistas. Su público ya dejó 39.9k interacciones entre me gusta, comentarios y compartidos.

Todavía es pronto para saber hacia dónde va.

Seguir con Amelia

Lo que verás con su consulta

Convierte el tema en consulta y calculamos esto sobre todas sus publicaciones.

Míralo aquí

Sobre el video

Menyiratkan pandangan yang menyoroti urgensi program bantuan pangan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan bahwa rakyat Indonesia sejatinya sanggup mencari makan secara mandiri tanpa harus sepenuhnya bergantung pada negara. Pernyataan tersebut disampaikan KDM saat memberikan pidato dalam pembukaan puncak Financial Expo (FinExpo) 2026 dan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) di Main Atrium Trans Studio Mall (TSM) Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (29/10/2026). Dalam acara yang diselenggarakan oleh OJK bersama Pemerintah Daerah dan Industri Jasa Keuangan tersebut, KDM memaparkan bahwa masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap sekalipun terbukti mampu mencari uang receh untuk bertahan hidup. "Yang nganggur di Indonesia punya duit. Nganggur, berdiri di perempatan, dua ribu, dua ribu, dua ribu, hidup Pak. Berdiri di perempatan jualan air mineral, truk lewat air mineral. Nganggur di Indonesia, berdiri depan minimarket, prit, prit, prit, dua ribu, dua ribu, dua ribu. Asal mau mikul, mau manggul, mau kuli, mau apapun, duit dapat, Pak," ujar KDM dalam pidatonya. Melihat kemandirian rakyat dalam urusan perut, KDM mendesak seluruh kepala daerah untuk mengalihkan prioritas kebijakan dan anggaran pada dua sektor krusial yang selama ini gagal diatasi secara mandiri oleh masyarakat miskin, yakni kesehatan dan pendidikan. "Gubernur, bupati, walikota, mikirin dua ini aja deh. Satu, lindungi rakyat ketika sakit. Dua, sekolahin anak-anaknya oleh negara, jangan sampai harus jual aset keluarga untuk pendidikan. Dua hal itu aja," tegasnya. KDM menilai beban terberat rakyat saat ini muncul ketika mereka atau anggota keluarganya jatuh sakit, serta saat anak-anak mereka membutuhkan biaya sekolah. "Yang tidak bisa dilakukan oleh mereka adalah, ketika sakit mereka tidak punya biaya untuk rumah sakit. Ketika anaknya sekolah dipungut dengan jutaan, mereka tidak mampu. Untuk makan, rakyat Indonesia bisa. Yang belum bisa mereka adalah untuk biaya rumah sakit dan biaya anaknya sekolah," pungkas KDM.

TikTok · por informasi_karawang

Ver en TikTok

Vistas en el tiempo

Por hora desde que entró al top de TikTok (lleva menos de un día).

21:0022:0023:0000:0001:00
Amelia, la asistente de Social Alert

Este tema se mueve. ¿Quieres que te avise cuando cambie?

Conviértelo en una consulta tuya y recibe alertas por correo o Telegram.

Seguir este tema

Sin tarjeta de crédito · Configuración en minutos